jangan permalukan diri anda hanya dengan mencelasesuatu yang anda pun belum tentu mampu!

Minggu, 03 Juni 2012

Aku sempat jatuh cinta dengan banyak hal yang kau perlihatkan padaku. Aku terperangkap hening dalam angan yang mengurai segala tentangmu. Absur memang, tapi begitu nyata kurasa. Tanpa kata tanpa praduga, masih ada bahagia yang menyentuh lemah dibatas lelahku.
Apalagi yang bisa kureka-reka selain bahagaia bersamamu? Menikmati setiap inci jejak rindu yang hadir. Begitu sederhana namun bermakna☺

Sabtu, 02 Juni 2012

YA!

Terimakasih Tuhan untuk hari ini. Untuk senyumku, dan senyum teman-temanku. Terimakasih juga untuk ucapan selamat itu. Walau satu kata namun begitu bermakna. Ajari aku caranya bersyukur, berterimakasih untuk segala luka ataupun bahagia yang kupunya. Untuk senyum dan tangis yang kurasa. Dan untuk kesempatan yang belum saja datang padaku. YA! Terimakasih Tuhan...

Kamis, 31 Mei 2012

Aku tidak minta banyak hal, Tuhan.

Tuhan.. Selamat pagi, dan selamat siang atau selamat malam. Aku tidak tahu disurga sedang musim apa. Penghujan atau kemarau kah? Atau mungkin sekarang sedang musim salju? Pasti indah. Kalau boleh aku berbincang sedikit, aku belum pernah melihat salju. Mungkin nanti, jika aku sudah besar dan menghasilkan uang sendiri, aku bisa menyaksikan salju dengan kepalaku sendiri.

Tuhan..Aku tahu Kamu tidak pernah sibuk,Aku tau Kamu selalu mendengar isi hatiku, meskipun Kamu tidak segera memberi pukpuk dibahuku. Aku tidak perlu curiga soal Kamu mendengar doaku atau tidak, aku percaya telingaMu selalu tersedia untuk siapapin yang percaya padaMu Aku yakin pelukanMu selalu tersedia bagi siapa saja yang lelah pada dunia yang membuatnya mengigil. Aku mengerti, tanganMu selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan yang patah.

masih tentang hal yang sama Tuhan, aku belum ingin ganti topik. Tentang dia. Seseorang yang selalu kuperbincangkan sangat lama bersamaMu. Seseorang yang selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.

Aku sudah tahu, perpisahan yang Kau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. Aku mengerti kalau kau sudah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya. Tapi, bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?

Nah kalau yang ini akujuga sudah tahu. Dia sudah menemukan penggantiku. entah lebih baik atau lebih buruk dariku. Atas alasan apapun, aku harus turut bahagia mendengar berita itu. Karena ia tak perlu merayakan kesedihannya seperti yang aku lakukan beberapa hari terakhir ini. Seiring dia mendapat penggantiku, ia tak perlu lagi meraasakan galau ataupun kehilangan. Sungguh, aku tidak pernah ingin dia merasakan sakit seperti yag kurasakan. Tuhan, aku tidak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering didadaku. Aku hanya ingin kebahagiannya terjamin, dengan atau tanpaku.

Tolong kali ini jangan tertawa Tuhan, aku tentu saja menangis. Dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat. Apalagi ketika ia menemukan penggantiku hanya dalam hitungan jam! Aku memang tak habis pikir. Padahal, aku baru saja mernikmati perasaaan bahagia yang mengatup pelan-pelan itu. Bukannya ingin berpikir negatif, tapi masing-masing orang mempunyai topengnya masing-masing Ia berganti peran sesuka hatinya, semantara aku belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Aku hanya melihat segala hal yang ia tunjukkan padaku tanpa tahu apa yang ada dalam hatinya. Aku tidak tau bagaimana kabarnya sekarang, bagaimana hubungannya dengan kekasih barunya. Aku tidak terlalu ingin mengurusi hal itu. Aku yakin dia begitu bahagia karena dengan mudah mendapat penggantiku.

Aku percaya dia sedang dalam titik jatuh cinta setengah mati dengan kekasihnya dan tak lagi membutuhkan aku dalam helaan nafasnya. Permintaan yang sama seperti kemarin, Tuhan. Jagalah kebahagiaannya untukku. Bahagiakan dia untukku. Senyumnya adalah segala yang kuharapkan. Aku rela menangis untuknya asal ada selengkung senyum dibibirnya. Aku ingin lakukan apapun untuknya tanpa melupakan rasa cintaku padaMu.

Aku memang tak menyentuhnya, tapi dalam jarak sejauh ini. Aku masih bisa terus memeluknya dalam doa.

Pernah terpikir agar aku bisa terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang pernah kurasa agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi perpisahan. Rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah melupakan rasa sakit dan hanya mengingat rasa bahagia. Namun aku tahu, hidup tak bisa seperti itu Tuhan. Harus ada rasa sakit agar kita tahu rasanya bahagia. Tapi bagiku, rasa sakit yang terlalu sering bisa membuat seseorang menikmati yang telah terjadi. Itu menurut presepsiku loh Tuhan, kalau pendapatMu berbeda juga tak apa.

Aku memang tak perlu meratap, karena sepertinya ia bahagia dengan kekasih barunya. Ia pasti telah menemukan dunia baru yang lebih indah dan menyenangkan. Aku turut senang jika hal itu benar, kembali pada bagian awal Tuhan. Aku tidak pernah ingin dia merasakan sakitnya perpisahan.

Akhir percakapan, aku tidak meminta agar dia segera putus dari kekasihnya, atau hubungan mereka kandas ditengah jalan. Kembali pada bagian awal Tuhan, aku hanya ingin dia bahagia, cukup.

dwtsri